Cinta dan Tiga Kota (Bag. I)

GREEGGGHHHHHHH !! suara rangkaian gerbong bergesekan saat pertama kali kereta mulai bergerak. Segera, perasaan lega berhamburan keluar dari pori-pori kulit.

Kupikir aku akan benar-benar matang dalam beberapa menit lagi. Meskipun sekarang malam hari, tapi sungguh gerbong kereta ini telah berhasil membuat para penumpangnya seperti berada di dalam panci rebus. Sumuk! Panasssss !! Setelah seperempatan jam menunggu peluit petugas, kereta ini akhirnya diberangkatkan pukul setengah sepuluh malam. Tiang-tiang bangunan Stasiun Senen seolah mulai bergerak ke belakang. Bismillah semoga lancar dan selamat sampai tujuan: Semarang!

Sebotol minuman pulpy kuambil dari saku luar handbag. Aku membawa dua tas. Satu ransel besar berisi banyak barang, termasuk oleh-oleh untuk adik kecilku. Yang kedua ya handbag itu tadi, isinya beberapa potong pakaian, beberapa snack dan sebuah kotak kecil, kado ulang tahun untuk seseorang di kota yang akan menjadi transitku sebelum ke Lamongan.

Aku mendapat seat number 17 B di gerbong tiga dan sebelahku seorang ibu-ibu. Perkiraanku umurnya tidak lebih dari empat puluh tahun. Di depannya, dua orang ibu-ibu yang memang satu rombongan dengannya. Sedangkan tepat di depanku sendiri, seorang pemuda ‘gaul’ dengan kupluk seperti dipakai Bob Marley dan Mbah Surip. Umurnya sebaya atau sedikit lebih muda dariku dan sepertinya lebih pendiam dariku. Dia tampak bermandi keringat menahan pengap dan panas udara di dalam kereta. Sepertinya hari ini aku beruntung karena mendapat tempat duduk yang longgar. Kursi dengan jatah tiga orang rupanya cuma diisi dua orang. Itu berarti aku akan cukup bebas bergerak selama kurang lebih delapan jam ke depan di atas kursi ini. Lalu kemana jatah satu lagi? Hehehe… Entah, bukan urusanku. Tanya saja ke pihak petugas kereta!😀

Kali ini aku pulang tidak sendirian. Ada sepupu yang juga sedang pulang liburan kuliah, hanya saja gerbong kami berlainan karena saat booking tiketnya belakangan. Dia di gerbong tujuh. Di belakang sana. Biarlah, dia juga sudah gede, sudah pintar mengurus diri sendiri.

Mencoba mencairkan suasana, keluarlah jurus andalan. Basa-basi! Bertanya hal-hal ringan seringkali berujung pada tambahnya informasi tentang suatu hal. Kadang pula menjadi keberuntungan yang ‘sangat’! ditraktir makan atau mendapat teman baru yang seru! hehehe….

Tapi sekedar wanti-wanti, jangan terlalu percaya sama orang yang tidak dikenal. Terutama untuk perempuan. Perjalanan sendirian bagi perempuan sepertinya masih cukup rawan. Pengalaman temanku, ia pulang bareng seorang laki-laki yang kebetulan baru kami kenal di stasiun. kata temanku ini, di perjalanan dia sangat baik, membelikan makan dan snack. Tapi saat tertidur, rupanya ia diperlakukan tidak baik oleh si malaikat palsu tadi. Sempat digrepe-grepe… , katanya. Miris! Aku menyesal berbaik sangka terhadap laki-laki brengsek tadi!

Sudahlah, kembali ke diriku! Diantara ke empat orang ini, Cuma aku sendiri yang nantinya akan meneruskan perjalanan ke jawa timur. Yang lain memang orang Semarang.

Kenapa kok Semarang? Tidak langsung ke Jawa Timur? Lamongan?!” Tanya salah satu ibu di depanku.

anu buk… Ya sebenarnya pengen begitu. Cuma… bla.bla.bla…..wis, akhirnya obrolan ngalor-ngidul!

Tujuanku memang pulang ke rumah di Lamongan, bukan Semarang. Harusnya aku naik kereta favorit Kertajaya dan turun di Stasiun Lamongan sebelum kereta kelas ekonomi ini berakhir di Stasiun Ps. Turi, Surabaya. Ya itu rencana dan bukan nasib! Faktanya saat booking, tiket ke arah Jawa Timur sudah ludes pada tanggal-tanggal yang kutargetkan. Mau tidak mau aku harus bisa fleksibel. Akhirnya Tawang Jaya dengan tujuan Semarang menjadi takdir yang mengantarku pulang. Banyak jalan menuju Roma kok. Dan banyak cara untuk pulang ke rumah!

sudah punya pacar??

gleggg..?!!” kaget, aku tak langsung menjawab pertanyaan ini. Si ibu tersenyum seolah aku ini anaknya yang sedang main petak umpet dengannya soal pacar. Aku tahu ini pertanyaan populer. Sangat biasa ditanyakan untuk memancing suasana lebih cair lagi. Meski termasuk kategori privat, biasanya orang akan dengan suka rela bahkan berapi-api membicarakannya. Curcol!🙂

Tapi dari sinilah semua perasaan mulai diaduk kembali. Aku teringat kotak kecil di dalam tas.

Apa kita bisa bertemu?” batinku.

Kuhela nafas panjang mengingat masa lalu yang sulit kulepaskan. Masa lalu yang dipenuhi mimpi-mimpi indah. Mimpi untuk bisa hidup bersama seorang gadis yang pernah mencintaiku. Mimpi membangun masa depan bersama orang yang selalu memenuhi hari dengan semangat dan harapan. Hanya saja, sepertinya itu memang benar-benar sekedar mimpi. Karena aku terbangun dan semuanya seketika menjadi berantakan. Dia meminta putus dengan satu alasan yang benar-benar memaksaku pasrah dan malangnya keputusan itu diambil tiba-tiba saat aku berada jauh darinya. Mimpiku hancur lewat telpon. Sungguh sebuah lelucon menyakitkan!

Sekarang aku ingin sekali bertemu dengannya dan itu kurencanakan sekaligus dalam kepulanganku kali ini. Kangenku selama beberapa bulan tak terlukiskan. Lebih dari di ubun-ubun! Aku ingin memeluknya, erat dan tak akan lagi kumelepasnya. Aku ingin membicarakan sesuatu hal, mencari kemungkinan menyambung kembali apa yang sudah ‘putus’, membentuk kembali keping-keping hati yang sudah remuk, dan merencanakan masa depan dari sebuah kata “kita”. Itu harapan. Kalau bisa ya syukur, kalaupun tidak bisa, ya setidaknya aku mendapat kepastian dari apa yang kudengar waktu itu dengan seluruh jiwa ragaku. Bukan melalui telpon!

Ingin kumelepasmu dengan pelukan…..

Teringat sebuah lirik lagu, langsung kubuka handphone. Sesaat, kusambung headset lalu kupasang di telinga. Sebuah lagu yang dinyanyikan Ipang dengan karakter suara seraknya kuulang beberapa kali. Tentang Cinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s