Kami Lebih Sakit

 Jika wanita bisa menumpahkan segala bebannya lewat airmata, pria tidak bisa melakukan itu. karenaya, pria lebih sakit oleh beban yang tertahan tanpa pernah bisa ia keluarkan.

Secara subjektif, saya sendiri menyetujui kata-kata tersebut. sebagai pria, disamping dari hasil memperhatikan apa yang biasa dilakukan oleh yang lain (entah dari keluarga, teman, atau orang lain), saya juga merasakan hal yang sama. ketika mempunyai masalah dan tidak bisa menagggungnya, saya merasa sangat tertekan. Ingin rasanya menangis seperti saat masih kecil, tapi saya tidak tahu kenapa airmata tidak bisa keluar. yang saya rasakan cuma rasa sesak dan (kadang)  ingin menghancurkan apa saja yang bisa diraih. tapi tentu suatu hal yang tidak baik jika pelampiasan dengan jalan merusak, maka ujungnya yang bisa dilakukan cuma menarik diri dengan diam sambil tenggelam dalam kesendirian. 

Kontras dengan apa yang saya amini, ketika mempunyai masalah, nasib wanita  jauh lebih baik dibanding pria. ia  bisa menumpahkan keluh kesahnya entah lewat curhat kepada orang lain atau lewat “menangis”. disinilah bedanya pria dengan wanita.

Ingat bukunya John Gray “Men Are From Mars, Women Are From Venus” ? barangkali Anda sudah membacanya. pria yang dari Mars  merasakan kepuasan luar biasa jika berhasil mengerjakan sesuatu atau menyelesaikan masalah dengan kemampuan mereka. Sebaliknya, ia akan merasa tersinggung jika dibantu.

Barangkali tidak 100% benar apa yang ada di buku tersebut, tapi tidak salah juga jika pria ketika punya masalah ia akan mencoba mengatasinya sendiri.  bukan berarti tidak bisa menghargai bantuan orang lain, hanya saja nilai senangnya akan jauh lebih tinggi saat ia berhasil membereskan masalahnya sendiri. sekali lagi SENDIRI!

Sampai batas ini pria akan merasa sangat tertekan sekali jika belum menemukan solusi untuk permasalahnnya. Mau menangis tentunya malu karena itu bentuk “kecengengan” baginya. apa kata dunia?!!! makanya, dari sikapnya, pria sering terlihat berusaha melupakan masalahnya dengan diam dan akan sangat menikmati kesendiriannya.

Nah, bagaimana kalau masalah tersebut masih menterornya? Sejauh apa yang saya alami, secara pribadi saya akan mencari solusi dengan meminta bantuan orang lain yang tentu saya anggap lebih ahli. jadi tidak kepada sembarang orang saya menceritakan masalah.

Berbeda dengan wanita yang datang dari Venus, mahluk satu ini lebih terbuka untuk berbagi kepada orang lain dengan menceritakan masalahnya. kalaupun ia memendamnya untuk diri sendiri,  ia biasanya tidak kuat untuk menahan airmatanya keluar. Dan setelah itu, secara psikologis ia merasa tenang karena  masalahnya terasa berkurang. kata teman (cewek): “rasanya plong kalau sudah menangis “. :p

Jadi bersyukurlah yang menjadi wanita, karena punya banyak cara untuk mengurangi beban. bayangkan jika seperti pria, punya masalah berat tapi wataknya tidak suka curhat; dan ketika ingin menangis, ia tidak bisa mengeluarkan airmatanya. yang ada cuma dada tambah sesak seolah ada bom mau meledak. Anda tahu kan bagaimana bom meledak??!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s